Senjata Tradisional Indonesia Dari 35 Provinsi, Nama, Gambar, Dan Asalnya (4)
Artikel ini merupakan bab ke empat dari artikel kami yang berjudul Senjata Tradisional Indonesia dari 35 Provinsi. Jika di bab ketiga kita membahas wacana nama, gambar, dan klarifikasi senjata-senjata tradisional dari provinsi yang ada di Pulau Kalimantan, di bab keempat ini kita akan membahas wacana senjata tradisional provinsi-provinsi di Sulawesi.
Dahulu, Badik dipakai para petani untuk berburu atau membunuh binatang hutan yang merusak tanamannya. Pada perkembangannya, dia juga dipakai sebagai sarana sumbangan diri bagi mereka yang sering merantau. Seperti diketahui, orang Bugis yakni orang yang dikenal sangat gemar merantau. Dengan menyematkan badik di pinggangnya, mereka akan merasa terlindungi meski masuk ke wilayah kampung yang asing.
Sebagai senjata tradisional Sulawesi Barat, Badik sendiri ada beberapa jenis, di antaranya Badik Raja, Badik Lagecong, Badik Luwu, dan Badik Lompo Battang.
Badik Sulawesi Barat dan Badik Sulawesi Selatan tidak mempunyai perbedaan signifikan, baik dari segi bentuk, hiasan, maupun dari nilai fungsi yang dimilikinya.
Kini, seiring kemajuan zaman, Pasatimpo cenderung lebih sering dipakai sebagai aksesoris pakaian adat. Para penari tradisional menggunakannya dengan mengikatkan senjata tersebut di pinggang kirinya.
Keris Buton dulunya hanya dikenal oleh kalangan kerajaan, namun sekarang dia lebih sering dipakai sebagai aksesoris yang mempercantik tampilan seorang pengantin laki-laki dikala mengenakan pakaian adat.
Pedang Bara Sangihe dulunya yakni senjata yang dipakai salah satu hero Nasional dari Sulawesi Utara, yaitu Hengkeng U Nang. Pahlawan yang lahir di tahun 1590 ini dikenal sebagai seorang yang hebat memainkan pedang. Pedang Bara Sangihe sendiri diyakini mulai ada pada zamannya.
Selain Wamilo, terdapat beberapa senjata tradional lainnya dari masyarakat Gorontalo yaitu Bitu’o (sejenis keris), Badik, Sabele (sejenis parang), dan Travalla.
Senjata Tradisional
Pulau Sulawesi dikala ini secara administratif terbagi menjadi 6 provinsi, di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Gorontalo. Masing-masing senjata dari keenam provinsi tersebut dijelaskan sebagaimana berikut:
22. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan
Masyarakat suku Bugis, Makassar, dan Mandar di Provinsi Sulawesi Selatan mengangkat Badik atau badek sebagai senjata tradisionalnya. Badik yakni pisau bermata tunggal yang bentuknya asimetris mirip keris dengan bilah berhias pamor.Dahulu, Badik dipakai para petani untuk berburu atau membunuh binatang hutan yang merusak tanamannya. Pada perkembangannya, dia juga dipakai sebagai sarana sumbangan diri bagi mereka yang sering merantau. Seperti diketahui, orang Bugis yakni orang yang dikenal sangat gemar merantau. Dengan menyematkan badik di pinggangnya, mereka akan merasa terlindungi meski masuk ke wilayah kampung yang asing.
Sebagai senjata tradisional Sulawesi Barat, Badik sendiri ada beberapa jenis, di antaranya Badik Raja, Badik Lagecong, Badik Luwu, dan Badik Lompo Battang.
23. Senjata Tradisional Sulawesi Barat
Sulawesi Barat yakni provinsi serpihan Sulawesi Selatan yang terbentuk semenjak tahun 2000 silam. Provinsi ini dihuni oleh masyarakat suku Mandar dan Bugis sebagai entitas terbesarnya. Oleh alasannya yakni itu, budaya masyarakat provinsi ini juga tidak jauh berbeda dengan budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Salah satu buktinya yakni kepopuleran Badik sebagai senjata tradisionalnya.Badik Sulawesi Barat dan Badik Sulawesi Selatan tidak mempunyai perbedaan signifikan, baik dari segi bentuk, hiasan, maupun dari nilai fungsi yang dimilikinya.
24. Senjata Tradisional Sulawesi Tengah
Senjata tradisional yang berasal dari Sulawesi Tengah berjulukan Pasatimpo. Pasatimpo yakni senjata tikam homogen keris dengan bab tangkai pegangan yang bengkok ke bawah. Dahulu, Pasatimpo mempunyai banyak kegunaan, contohnya untuk memotong binatang buruan, mencari kayu bakar, atau sebagai sarana sumbangan diri. Selain itu, alasannya yakni dipercaya mempunyai kekuatan magis, dia juga dipakai sebagai pengusir roh jahat dalam tari-tarian penyembuh.Kini, seiring kemajuan zaman, Pasatimpo cenderung lebih sering dipakai sebagai aksesoris pakaian adat. Para penari tradisional menggunakannya dengan mengikatkan senjata tersebut di pinggang kirinya.
25. Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara
Orang-orang suku Buton di Sulawesi Tenggara mengenal Keris sebagai senjata tradisionalnya. Keris Buton mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi mirip keris pada umumnya. Akan tetapi, senjata khas Sulawesi Tenggara ini lebih kental dengan ornamen warna keemasan. Selain itu, tambahan pamor pada bilahnya juga cukup banyak dengan teladan geometris. Pada bab pegangan yang terbuat dari kayu, keris ini dilengkapi dengan gesekan berbentuk manusia.Keris Buton dulunya hanya dikenal oleh kalangan kerajaan, namun sekarang dia lebih sering dipakai sebagai aksesoris yang mempercantik tampilan seorang pengantin laki-laki dikala mengenakan pakaian adat.
26. Senjata Tradisional Sulawesi Utara
Masyarakat suku Sangihe di Sulawesi Utara mempunyai senjata tradisional yang berjulukan pedang Bara Sangihe. Senjata ini terbilang unik alasannya yakni bentuknya yang ibarat bentuk buaya. Bagian ujung bilah pada pedang ini bercabang dengan gerigi-gerigi yang ibarat lisan buaya. Ujung yang bercabang juga terdapat di bab tangkai pegangannya yang terbuat dari kayu.Pedang Bara Sangihe dulunya yakni senjata yang dipakai salah satu hero Nasional dari Sulawesi Utara, yaitu Hengkeng U Nang. Pahlawan yang lahir di tahun 1590 ini dikenal sebagai seorang yang hebat memainkan pedang. Pedang Bara Sangihe sendiri diyakini mulai ada pada zamannya.
27. Senjata Tradisional Gorontalo
senjata tradional Gorontalo berjulukan Wamilo. Wamilo yakni sebuah senjata yang bentuknya ibarat golok, tapi ujung bilahnya agak melengkung sedikit ke arah bawah. Senjata ini biasanya diselipkan pada laki-laki pada sarung yang dikenakan dipinggangnya. Ia hanya dipakai sebagai sarana sumbangan diri dikala bekerja di kebun atau dikala berburu di hutan.Selain Wamilo, terdapat beberapa senjata tradional lainnya dari masyarakat Gorontalo yaitu Bitu’o (sejenis keris), Badik, Sabele (sejenis parang), dan Travalla.
Komentar
Posting Komentar