Rumah Watak Sulawesi Tengah (Rumah Tambi), Gambar, Dan Penjelasannya
Rumah Adat Sulawesi Tengah / Provinsi Sulawesi Tengah dihuni oleh masyarakat yang berasal dari aneka macam suku, mulai dari suku Kaili, suku Bugis, suku Pamona, suku Gorontalo, dan lain sebagainya. Dari suku-suku tersebutlah, budaya Sulawesi Tengah terbentuk. Sebagai contoh, dikala kita membahas perihal rumah susila yang menjadi ikon budaya Sulawesi Tengah misalnya, kita akan menemukan rumah susila yang berjulukan Rumah Tambi. Rumah susila yang berasal dari suku Kaili ini dijadikan ikon rumah susila Sulawesi Tengah sebab keunikan desainnya. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui desain dari rumah susila yang satu ini, silakan simak pembahasan berikut!

Tiang-tiang tersebut menyangga rangka lantai yang terbuat dari papan. Lantai rumah ini sendiri dibentuk dari papan yang disusun saling berdekatan. Luas lantainya berukuran rata-rata 5 meter x 7 meter.
Yang paling unik dari desain rumah Tambi terletak pada konstruksi atapnya. Atap rumah Tambi berbentuk prisma dengan sudut kecil di serpihan atasnya sehingga terlihat tinggi dan bisa menaungi semua serpihan rumah. Atapnya yang terbuat dari ijuk atau daun rumbia ini memanjang ke bawah dan berfungsi sekaligus sebagai dinding luar.
Untuk kanal keluar masuk rumah terdapat satu buah tangga dan satu buah pintu masuk di serpihan depan. Pada tangga dan pintu terdapat ukiran-ukiran dengan motif etnik suku kaili sebagai hiasan. Selain itu, tangga umumnya mempunyai anak tangga yang berjumlah ganjil jikalau pemilik rumah yakni rakyat biasa, dan berjumlah genap bila pemilik rumah yakni tetua adat. [Baca Juga : 6 Rumah Adat Sulawesi]
Kendati berfungsi sebagai kawasan tinggal, rumah susila Sulawesi Tengah ini tidak ibarat rumah susila Indonesia lainnya yang terbagi atas ruang-ruang khusus. Bagian dalam rumah Tambi tidak terpisahkan melainkan hanya terdiri dari 1 ruangan besar yang multi fungsi. Kegiatan sehari-hari, mulai dari memasak, mendapatkan tamu, tidur, beristirahat, bercengkrama bersama keluarga, semuanya dilakukan di ruangan tersebut.
Menyadari bahwa rumah Tambi hanya terdiri dari 1 ruangan saja, maka masyarakat Kaili dimasa silam lalu melengkapi rumah adatnya dengan 2 bangunan tambahan, yaitu Buho atau Gampiri dan Pointua. Buho adalah rumah khusus yang bentuknya ibarat rumah Tambi terletak tidak jauh dari rumah utama. Rumah Buho yakni bangunan yang khusus terdiri dari 2 lantai, lantai pertama dipakai sebagai kawasan mendapatkan tamu dan lantai kedua dipakai sebagai lumbung padi. Sementara Pointua adalah rumah yang khusus dipakai untuk kawasan menumbuk padi. Di dalamnya terdapat sebuah lesung panjang yang bertian empat yang berjulukan Iso. Jika lesung berbentuk lingkaran maka disebut Iso Busa.

Nah, demikianlah sekilas penyampaian kami perihal arsitektur rumah susila Sulawesi Tengah dan penjelasannya. Semoga sanggup bermanfaat dan menambah kecintaan kita pada peninggalan budaya nenek moyang kita. silakan share artikel ini jikalau dirasa ada keuntungannya dan jangan lupa lanjutkan membaca pembahasan kami perihal Rumah Adat Sulawesi Tenggara pada artikel selanjutnya. Salam!
Rumah Adat Sulawesi Tengah
Sebetulnya, ada 2 desain rumah yang sanggup ditemukan dalam budaya suku Kaili di Sulawesi Tengah, yaitu rumah Tambi dan rumah Souraja. Rumah Souraja yakni rumah yang khusus dipakai para darah biru dan keluarga kerajaan, sementara rumah Tambi dipakai oleh masyarakat Kaili pada umumnya.1. Struktur Rumah
Struktur rumah tambi berupa rumah panggung dengan tiang penyangga pendek yang tingginya tidak lebih dari 1 meter. Tiang-tiang tersebut berjumlah 9 dan saling dilekatkan satu sama lain dengan balok kayu yang dipasak. Tiang-tiang menyangga lantai dan kerangka rumah dengan menopang pondasi berupa kerikil persegi berukuran besar di serpihan bawahnya. Tiang-tiang yang menyangga tegaknya rumah susila Sulawesi Tengah ini umumnya dibentuk dari materi kayu bonati, homogen kayu hutan yang mempunyai tekstur berpengaruh dan tahan lapuk.Tiang-tiang tersebut menyangga rangka lantai yang terbuat dari papan. Lantai rumah ini sendiri dibentuk dari papan yang disusun saling berdekatan. Luas lantainya berukuran rata-rata 5 meter x 7 meter.
Yang paling unik dari desain rumah Tambi terletak pada konstruksi atapnya. Atap rumah Tambi berbentuk prisma dengan sudut kecil di serpihan atasnya sehingga terlihat tinggi dan bisa menaungi semua serpihan rumah. Atapnya yang terbuat dari ijuk atau daun rumbia ini memanjang ke bawah dan berfungsi sekaligus sebagai dinding luar.
Untuk kanal keluar masuk rumah terdapat satu buah tangga dan satu buah pintu masuk di serpihan depan. Pada tangga dan pintu terdapat ukiran-ukiran dengan motif etnik suku kaili sebagai hiasan. Selain itu, tangga umumnya mempunyai anak tangga yang berjumlah ganjil jikalau pemilik rumah yakni rakyat biasa, dan berjumlah genap bila pemilik rumah yakni tetua adat. [Baca Juga : 6 Rumah Adat Sulawesi]
2. Fungsi Rumah Adat
Rumah susila Tambi dimasa sekarang memang hanya berfungsi sebagai simbol budaya bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah. Akan tetapi, di masa silam, rumah susila ini juga berfungsi sebagai rumah tinggal bagi sebagian besar masyarakat suku Kaili.Kendati berfungsi sebagai kawasan tinggal, rumah susila Sulawesi Tengah ini tidak ibarat rumah susila Indonesia lainnya yang terbagi atas ruang-ruang khusus. Bagian dalam rumah Tambi tidak terpisahkan melainkan hanya terdiri dari 1 ruangan besar yang multi fungsi. Kegiatan sehari-hari, mulai dari memasak, mendapatkan tamu, tidur, beristirahat, bercengkrama bersama keluarga, semuanya dilakukan di ruangan tersebut.
Menyadari bahwa rumah Tambi hanya terdiri dari 1 ruangan saja, maka masyarakat Kaili dimasa silam lalu melengkapi rumah adatnya dengan 2 bangunan tambahan, yaitu Buho atau Gampiri dan Pointua. Buho adalah rumah khusus yang bentuknya ibarat rumah Tambi terletak tidak jauh dari rumah utama. Rumah Buho yakni bangunan yang khusus terdiri dari 2 lantai, lantai pertama dipakai sebagai kawasan mendapatkan tamu dan lantai kedua dipakai sebagai lumbung padi. Sementara Pointua adalah rumah yang khusus dipakai untuk kawasan menumbuk padi. Di dalamnya terdapat sebuah lesung panjang yang bertian empat yang berjulukan Iso. Jika lesung berbentuk lingkaran maka disebut Iso Busa.
3. Ciri Khas dan Nilai Filosofi
Dari pemaparan mengenai arsitektur dan struktur bangunan serta fungsi rumah susila ini di masa silam, kita sanggup menyimpulkan beberapa ciri khas yang dimiliki rumah Tambi yang membedakannya dari rumah susila lain di Indonesia. Ciri khas rumah susila Sulawesi Tengah ini antara lain:- Berupa rumah panggung dengan tiang pendek berukuran < 1 meter yang menyangga tegaknya rumah.
- Memiliki atap berbentuk prisma dengan sudut sempit di serpihan atasnya. Atap ini selain berfungsi sebagai peneduh juga berfungsi sebagai dinding rumah.
- Pada serpihan tangga, pintu dan dinding terdapat ornamen-ornamen berupa pahatan motif khas suku Kaili ibarat tabrakan pebaula (kepala kerbau) sebagai simbol kekayaan dan tabrakan bati (ukiran berbentuk kepala kerbau, ayam dan babi) sebagai simbol kesejahteraan dan kesuburan.
Nah, demikianlah sekilas penyampaian kami perihal arsitektur rumah susila Sulawesi Tengah dan penjelasannya. Semoga sanggup bermanfaat dan menambah kecintaan kita pada peninggalan budaya nenek moyang kita. silakan share artikel ini jikalau dirasa ada keuntungannya dan jangan lupa lanjutkan membaca pembahasan kami perihal Rumah Adat Sulawesi Tenggara pada artikel selanjutnya. Salam!
Komentar
Posting Komentar